2019, Pemilu Paling Mantap

Mumpung masih rame soal urusan coblos-mencoblos, pengen juga ah sumbang pendapat. Menurut gw pribadi, di luar kontriversi pilpres dan pileg digabung jadi satu event buat hemat anggaran, pemilu kali ini paling keren. Kenapa?

Sejak awal, gw udah pesimis bisa ikutan nyoblos di pemilu kali ini. Seperti biasa, sejak gw boyong istri dari kampung halamannya, KTP Tasik berubah jadi KTP DKI, justru malah nama gw yang lenyap di data saban pilkada, pileg ataupun pilpres. Entah kenapa. Padahal gw juga masih punya KTP DKI yang sama kayak bini. Tapi yaa, ini selalu bisa diakali sih, dengan datang ke TPS pas udah mau tutup, atau saat di mana warga yang lain semuanya udah pada nyoblos tinggal gw doang yang padahal harusnya punya hak yang sama, bawa KTP – KK asli dan fotokopiannya.

Kedua, gw ditugasi ke negeri seberang sama kantor dan pulangnya, pas hari H pencoblosan. Itupun mendarat di bandara udah jam 14 kurang. Makin gak berharap bisa nyoblos. Nyoblos di TPS dekat bandara? Entah di mana lokasinya. Itupun, emang bisa?

Pas hari H, mendarat di Jakarta, gw yang udah pesimis, milih mending langsung cari makan, gak langsung pulang, apalagi ke TPS. Pikir-pikir, udah jam 15-an begini, ya kali TPS masih buka. Baru juga mulai nyantap makan, emak nelepon, katanya masih bisa nyoblos dan ditungguin. Hah beneran?

Percaya gak percaya, akhirnya gw langsung ke TPS. Mari kita lihat, apa yang terjadi, terjadilah. Pasalnya, ya kali gw bawa-bawa KK ke mana-mana. Sampe TPS, jam 15.50, ternyata beneran masih bisa. Gw cuma modal KTP doang, gak diminta KK apalagi fotokopian keduanya kayak biasanya. Alhasil, gw tunggu deh sebentar. Dan ternyata, masih ada 1 orang bapak-bapak lagi yg juga baru dateng dan dia jadi pencoblos terakhir di TPS deket rumah. Slameett.. bukan gw doang yg punya dosa 😛

Tepat jam 16.10, gw celupin jari manis ke wadah tinta. Mantaap. Mudah-mudahan pemilu besok-besok, nama gw nggak lenyap lagi di TPS.

PS. Ternyata pemilu kali ini memakan banyak korban jiwa dari aparat keamanan dan petugas KPPS akibat kelelahan. Turut berduka cita dan semoga syahid, sudah berjuang untuk negeri ini. Mohon maaf atas kedatangan saya yang terlambat ke TPS. Padahal, yang kali ini, nggak dapat kesempatan nyoblos pun saya ikhlas karena kondisinya yang serba mepet.

Iklan

Tentang emmet24son

My Name is Pirman... Si Pirman
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.