Cara Efektif Habiskan Uang Receh

Salah satu permasalahan klasik kalau kita berjalan-jalan ataupun dinas ke luar negeri adalah bagaimana menyingkirkan uang receh. Khususnya koin-koin yang nominalnya relatif kecil. Buat Anda yang punya permasalahan sama, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan.

Pertama, tentu saja kita bisa bawa pulang koin-koin receh tersebut ke kampung halaman. Tetapi kalau jumlahnya segepok, saat dibandara, Anda juga bisa dicurigai. Apa tuh? Kata petugas sekuriti. Akhirnya kita harus ngosongin kantong dan menunjukkan segepok recehan itu ke mata dia baru kemudian melintas melewati sensor gate. Ini pengalaman pribadi, di bandara Taoyuan, Taipei. Agak merepotkan sih. Coba bayangkan segepok recehan itu tumpah berantakan saat kita ambil dari kantong celana.

Kedua, Anda bisa membelanjakan uang tersebut di mini market seperti 7 Eleven, Family Mart atau sebangsanya. Cari makanan yang murah-meriah seperti mie instan, keripik, biskuit atau snack lainnya. Tapi tentunya, kalau koin Anda sangat banyak, Anda bisa membeli barang lain yang lebih mahal supaya Anda tidak menyetok mie instan dan kerupuk banyak-banyak. Kecuali kalau memang Anda butuhkan. Opsi lain, silakan habiskan untuk membeli jajanan yang enak-enak di sepanjang night market.

Ketiga, Kalau Anda berada di negara atau kota yang ada transportasi massal seperti MRT, Anda masukkan saja ke kartu MRT. Caranya, cukup datangi mini market terdekat atau stasiun MRT lalu isi kartu MRT Anda. Habiskan saja koin-koin tersebut dan konversikan menjadi credit di kartu MRT Anda tersebut. Toh masih bisa Anda gunakan kalau suatu saat Anda pergi lagi ke kota atau negara tersebut.

Keempat, tumpukkan koin-koin tersebut di meja kerja di kamar hotel atau di lokasi lain yang mudah dilihat oleh cleaning service. Di beberapa hotel, cleaning service akan mengambil koin-koin tersebut karena menganggapnya sebagai tips. Namun di beberapa hotel lainnya, mereka tidak akan mengambilnya karena satu dan lain alasan.

Kelima, Anda bisa saja memberikan koin-koin itu pada pengemis atau lembaga donasi terdekat. Pernah di satu kejadian saya didatangi beberapa pemuda yang sedang mengumpulkan dana untuk didonasikan. Bukan preman atau perampok, karena mereka dengan sopan dan tersenyum menawarkan apakah saya ingin berdonasi. Saat itu saya mengacuhkan mereka karena agak kaget tidak menyangka ada yang seperti itu di negara lain. Setelah beberapa langkah saya tinggalkan, baru tersadar saya masih menyimpan koin dan beberapa lembar uang receh di kantong. Sayangnya saat kembali ke tempat, mereka sudah berpindah. Alhasil kemudian, saya gunakan koin-koin dan receh tersebut untuk membeli oleh-oleh di bandara. Tapi justru bukannya menghabiskan receh saja, uang pecahan besar pun jadinya ikut terpakai 😛

Iklan

Tentang emmet24son

My Name is Pirman... Si Pirman
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.