Toko Online vs Toko Offline

Belakangan, marak terdengar berita bahwa mall-mall mulai ditinggalkan pengunjung dan pedagangnya pun gulung tikar. Sebagian, khususnya penduduk bumi datar, menyalahkan pemerintah yang membuat daya beli masyarakat menurun. Sebagian lain, menyebutkan bahwa inovasi teknologi dan efisiensi lah yang membuat perubahan di pola belanja masyarakat. Dan ini terbukti. Btw, tumben, berat amat tema posting di blog yang mustinya isinya kosong selow dan nyampah doang.

Beberapa waktu lalu, kebetulan gw lagi butuh tempered glass. Dan kebetulan lagi ada kerjaan di sekitaran Central Park, mampir lah gw ke gerai fisik Jakartanotebook yang sangat populer itu. Registrasi trus login, pake laptop yang emang khusus disediain buat pengunjung yang datang tapi belum order. Kelar order, tunggu antrian sebentar, cek barang, bayar. Beres. Dapatlah itu tempered glass untuk Zenfone Zoom S ZE553KL. Harganya? 14 ribu saja.

Hari ini, kebetulan gw lagi butuh casing dan tempered glass lagi. Pasalnya, gw diminta untuk testing ulang Zenfone 3 ZE552KL. Demi ilmu pengetahuan, gw coba belanja di toko fisik. Biasanya sih, gw langsung browsing dan beli entah di Lazada, Tokopedia, Blibli atau sebangsanya dan bayar di Alfamart atau Indomaret. Alasannya, lebih aman. Gak mau gw pake kartu kredit untuk urusan belanja online. Bayar cash udah paling bener.

Anyway, berangkat lah gw ke ITC Roxy Mas, mall smartphone terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di Asia Tenggara. Cari punya cari, dapetlah satu toko yang punya dua-duanya. Tempered glass dan hardcase untuk ZenFone 3 ZE552KL. Harganya? Tempered glass Rp45 ribu termasuk ongkos pasang. Hardcase, Rp65 ribu. Total Rp110 ribu. Nego, akhirnya dapet Rp100 ribu. Setelah dipasang, bayar lah gw dan cabut.

Sampe rumah, penasaran. Berapa sih harganya kalau di toko online? Cek punya cek, ternyata di Tokopedia ada barang yang gw beli di toko offline tadi. Tempered glass Zenfone 3 ZE552KL ternyata harganya cuma Rp7.000. Adapun Harga Spigen Slim Armor Zenfone 3 ZE552KL harganya cuma Rp17 ribu. Total jenderal, kalau gw beli di sono cuma Rp24 ribu. Coba belagak beli dan cek ongkir, total harganya 45.500. Coba belagak mau transaksi di Alfamart/Alfamidi, kena bayar 2.500 x2. Total jenderal gw cuma perlu keluar duit 50.500.

Ternyata terbukti. Belanja di toko online itu bisa hemat sampai 50% bahkan lebih. Belom kalo kita lagi dapat kode diskon atau si online shop-nya memang lagi ada promo.

Beli di toko fisik, bahkan di pusatnya mall smartphone se-Indonesia, jatohnya dua kali lipat dari harga kalo beli di toko online. Belom lagi gw harus bayar parkir Rp15.000, beli bensin Rp200 ribu (karena tanki emang udah kosong), plus gw makan Mie Ayam Bakso Pendy Kemanggisan berdua bini dan bungkus dua porsi buat anak dan emak gw, beli es kelapa jeruk dua biji dan kerupuk empat yang total habis 120 ribuan, belum termasuk parkir Rp4.000.

Pantes aja mall-mall makin lama-makin sepi kalo gitu kan? Jatohnya berkali-kali lipat lebih mahal. Belanja online dan bayar di Alfamart dkk udah paling bener.

Iklan

Tentang emmet24son

My Name is Pirman... Si Pirman
Pos ini dipublikasikan di Scientific dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.