People’s Champion

Semalam, gara-gara ban bocor (bocornya di daerah cempaka putih sih), jadi kepikiran soal the people’s champion. Macam Atom di film Real Steel? Iya kali ya?

Ceritanya gini: seperti biasa, pulang kantor setelah jam 8 malem. Selain gara-gara emang banyak urusan, ya sekalian juga tunggu jalanan lintas Jakarta rada manusiawi. Maksudnya, kasih voor lah, karyawan lain. Biar mereka pada sampai rumah dulu, istirahat, bercengkrama dengan anak dan keluarga lalu bersiap-siap beranjak ke peraduan. Baru kita pulang. Mau ngomong biar jalanan sepian dikit aja berbelit-belit amat. Baik kan gw sama sesama karyawan se-Jakarta? Am I the people’s champion? Surely not.

Nah, efek pulang lebih malem, di jalan, ternyata keburu ada yang tebar paku. Alhasil, ban belakang kena tuncep 2 paku dan tembus. Jadi kalo mau ditambal, lubangnya ada 4. Satu lubangnya 8rb, jadi kalo tambal, kenanya 32rb. Dengan amat sangat baik hati, si abang tambal ban menawarkan ganti ban. Harganya 50rb. Gak bisa nego. Tapi dia punya stok banyak keliatannya. Soalnya yang sebelum Gw juga bannya dia ganti baru. Dan jangan-jangan motor yg sudah antri giliran setelah gw juga perlu ganti ban baru. Mudah-mudahan sih bukan dia juga yg sebar itu paku. Long story short, ban dalem gw yang sebenernya juga relatif baru itu jadi makin baru berkat si abang itu. Is he the people’s champion? Maybe, maybe not.

Kelar tambal ban, jalan lah gw. Nyampe Monas, gw lihat banyak orang meski udah malem. Selain banyak karangan bunga yang udah meleber sampe hampir sekeliling pagar Monas. Orang pada bercengkrama gembira, foto-foto, rekam video, mungkin juga live streaming, atau sekadar mampir untuk baca-baca pesan kesan yang kocak, indah, bahkan menyentuh, untuk (calon mantan) gubernur-wagub mereka. Ini sama seperti yang gw lakukan. Bahkan pas gw lagi mampir untuk foto-foto pun, ada driver taksi online yang menyempatkan nyapa, bilang: masyarakat nggak bisa dibohongi ya pak? Indeed. Are they the people’s champion? For sure. At least for some of us.

Iklan

Tentang emmet24son

My Name is Pirman... Si Pirman
Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.