Pilih Mana?

Menurut lembaga survey Gallup di Amerika Serikat, warga negara Paman Sam sudah semakin tidak percaya pada media massa. Khususnya terkait pemberitaan isu-isu mutakhir.

Di tahun 1999, masih sekitar 55 persen warga AS percaya pada informasi yang ditayangkan oleh media massa. Namun setelah itu, Angkanya, kini di kisran 32 persen, merupakan angka terendah dari survey yang terus dilakukan sejak 19 tahun lalu.

Di sisi lain, raja media sosial, Mark Zuckerberg menyatakan, “People influence people. Nothing influences people more than a recommendation from a trusted friend.”

Lantas, apa hubungannya dengan judul di atas?

Saya memang bukan siapa-siapa. Bukan pakar, bukan pengamat apalagi orang hebat. Namun demikian, hal serupa saya rasa terjadi juga di Indonesia. Demikian pula di dunia IT/gadget tempat saya berkecimpung.

Peranan media, memang sangat penting untuk meraih eksposur, membangun brand image dan awareness. Namun demikian, buying decission, di kalangan end user, tampaknya lebih banyak dipengaruhi oleh power user atau orang yang dikenal sebagai “master” di bidang IT/gadget. Dan buying decission inilah yang ibarat kata jadi “segala-galanya” bagi para vendor.

Sempat saya mendapatkan informasi bahwa sebuah vendor IT yang melakukan placement di sebuah media IT terkemuka, ternyata mendapatkan zero response dari pembaca media tersebut. Padahal saya tahu persis, secara individu, banyak redaksi dari media IT tersebut yang merupakan pakar, dan sehari-harinya memberikan saran, pendapat atau referensi bagi pengguna yang kebingungan untuk memilih produk yang cocok. Namun tentunya, sebagai bagian dari media, mereka punya kode etik, harus berimbang dan tidak boleh condong ke salah satu brand tertentu.

Di sisi lain, saya juga kerap mendapati bahwa banyak rekan, berhasil mempengaruhi end user di sekelilingnya untuk memilih produk yang menurut rekan tersebut, tepat untuk mereka yang meminta pendapat. Kebetulan, sejumlah rekan-rekan saya tersebut juga kerap berinteraksi dan juga menuangkan pengalaman mereka lewat blog ataupun media sosial lainnya.

Memang, ucapan Zuckerberg bukanlah hal yang baru dan orang sudah mahfum soal ini, tetapi saya sepakat. Orang lah yang mempengaruhi orang di sekitarnya dan merekomendasikan berbagai hal, termasuk membeli perangkat IT atau gadget.

Kalau sudah begini, tampaknya langkah sejumlah vendor untuk mendekati para power user, dan terlihat sedikit mengabaikan media, sepertinya tidak salah.

Sedikit ironis dan miris, dan rasanya tidak rela dengan kondisi ini mengingat saya cukup lama berkecimpung di dunia media, khususnya media IT. Sebagian diri saya masih ada di sana, meski sebagian dari diri saya yang lain juga ada di sisi para power user dan blogger. Di sisi lain, saat ini saya berdiri di sebaliknya, berkecimpung di dunia IT/gadget di sisi vendor dan terpaksa harus memilih.

Iklan

Tentang emmet24son

My Name is Pirman... Si Pirman
Pos ini dipublikasikan di Scientific dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.