“Rumah Makan” Cepat Saji Murah Meriah Sakamoto Kelapa Gading

Kalau Anda melintas dari arah Bulevard Raya atau Bulevard Barat, Kelapa Gading ke arah Bulevard Timur, menjelang jembatan sekolah Don Bosco Anda mungkin pernah melihat “Rumah Makan” cepat saji, Sakamoto. Lho, emang ada?

Sakamoto sendiri sebenarnya merupakan nama lembaga kursus matematika. Posisinya di sebelah kiri jalan kalau dari arah bundaran La Piazza. Tetapi yang lebih penting buat warga sekitar dibandingkan dengan lembaga kursus matematika, khususnya warga yang mencari sesuap nasi di sana adalah keberadaan motor transformer di pekarangan depan kursus matematika tersebut. Motor transformer inilah yang menjadi rumah makan cepat saji.

Disebut sebagai motor transformer adalah karena “Rumah Makan” itu merupakan lapak nasi rames kaki lima berbasis kendaraan roda dua. Jika pemiliknya (pasangan suami-istri yang sudah 5 tahunan lebih bertugas di sana) tiba di depan lembaga kursus matematika Sakamoto dari kawasan Cempaka Putih sekitar pukul 10-11 pagi, motor langsung menghamburkan aneka ragam sajian siap makan dari keranjang yang ada di sisi kiri-kanannya.

Menunya pun terbilang lengkap, berbagai pilihan sayur, berbagai pilihan lauk pauk mulai dari ikan, ayam, sampai daging sapi dengan berbagai metode masak, berbagai macam metode penyajian telur (telur bulat, telur dadar, matasapi), berbagai macam pilihan gorengan (tempe, tahu, bakwan), kerupuk dll siap sedia. Tarifnya juga sangat menarik di dompet di hati. Misal:

(Nasi + Mie + Capcay + Telur Dadar + Bakwan x3) –> Rp10,000
(Nasi + Teri Kacang + Acar + Mie + Tempe goreng x3) –> Rp10,000
(Nasi + Teri Kacang + Jamur + Telur Bulat Balado) –> Rp10,000

Ditukar tambah dengan ikan tongkol, ayam goreng, atau rendang pun, tarif paling hanya sekitar 11-12 ribuan. Menarik kan?

Dari sisi rasa, untuk ukuran budget sekian, relatif layak sekali. Dan yang paling penting, buat gw sih, porsinya juga cukup memuaskan hati dan menyenangkan perut.

Tapi sayang seribu sayang. Per 20 Desember ini, kelihatannya agak sulit menyambangi Sakamoto untuk sekadar menikmati makan siang. Kantor pindah euy! Kalo dari kantor baru bela-belain makan siang ke sini, jatohnya jadi udah nggak feasible.

PS.
Saran buat yang ingin mencoba. Sebaiknya pilih bungkus saja. Rumah Makan Sakamoto tidak menyediakan tempat duduk untuk makan yang memadai. Kecuali kalau mau makan sambil duduk di motor transformernya itu 😀

Iklan

Tentang emmet24son

My Name is Pirman... Si Pirman
Pos ini dipublikasikan di Kuliner dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.