Value Added Cost

Maksudnya? Biaya bernilai tambah, emang ada? Bukan itu maksudnya! Terus apa?

Seperti diketahui, kenaikan BBM dan kemacetan yang justru bertambah parah setelah tarif BBM dinaikkan memaksa gw untuk keluar dari rumah, ninggalin anak-istri dan nge-cost depan kantor, khususnya sejak awal bulan ini. Nah, kebetulan gw balik ke rumah kost yang dulu gw tempatin, dan kebetulan di lantai yang sama, dan dapetnya di kamar yang sama.

Trus, memasuki bulan Ramadhan ini, berhubung ngekos, gw udah ngbayangin bakal ada invisible cost dan pada akhirnya akan mendongkrak operational cost sampai jadi membumbung tinggi. Belum lagi repotnya pas dini hari musti nyari santapan sahur. Tapi ternyata mimpi itu jauh dari kenyataan.

Si mbak-mbak cost ternyata juga puasa dan dia masak lebih, nasi dan lauk-pauk/sayurnya. Dan kabarnya, kita anak-anak cost boleh ngembat ituh santapan sahur tanpa extra cost meski akibatnya gw musti bangun sahur lebih pagi kalo nggak mau keabisan. Early bird, catches the worm? Jangan salah, di sini early bird catches the rice, fish, chickens, eggs, vegetables, and the rest. Sahur jam 3? Nggak majalah. Demi!

Mantap lah, value added service di cost-cost-an ini. Nilai price per performance-nya makin melejit. Nggak rugi 😀

Iklan

Tentang emmet24son

My Name is Pirman... Si Pirman
Pos ini dipublikasikan di Kuliner dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Value Added Cost

  1. bramasetyadi berkata:

    Mantap bung ….Sebuah analisis keuangan mikro yang menarik hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.