Lompat ke isi

Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga, Ada Pakunya, Berkarat, Nancep Pula!

Oktober 24, 2011

Kira-kira begitu lah nasip yang menimpa klub sudaranya Meruya United semalam. Di kandang sendiri, kalah super telak, oleh musuh bebuyutan pula. Seakan masih kurang, sebagai pelengkap, inilah kabarnya kekalahan terburuk pak Alex Ferguson sepanjang sejarahnya nanganin tuh klub.

Meski sejatinya gw ini penggemar sejati United yg ituh, sebenernya nggak shock-shock amat sih gw menyaksikan pembantaian terburuk sepanjang gw jadi pendukung United of Manchester, tepatnya sejak bang Eric Cantona ngeluarin jurus tendangan kungfu-nya ke penonton, kemaren itu.

Beberapa partandingan belakangan, gw lihat MU main jelek banget, baik di liga Inggris ataupun di Champions. Sialnya, mereka masih ketolong dengan lawannya yang main lebih jelek lagi yang akhirnya bikin MU tetep dapat poin 3 atawa sebiji. Minimal kesannya MU jadi bagus mainnya.

Tapi menurut gw, bahkan kemenangan 8-2 waktu lawan Arsenal sekalipun, itu jelas-jelas karena Arsenalnya yang lagi super duper jelek abis. Bukan MU-nya yang luar biasa hebat. Menurut gw, malem itu MU tampil seperti biasa aja layaknya MU. Gak ada yang istimewa.

Tapi setelah itu, meski bukan pakar pengamat sepak bola, gw bisa lihat jelas-jelas. Banyak pemain MU yang main ala kadarnya. Gak niat, gak ngotot, gak ‘rela kehilangan kaki’ demi klub yang udah ngebayar mereka sampe ratusan juta bahkan miliaran rupiah per 7 hari.

Kehilangan bola, gak mau ‘tanggung jawab’ misalnya. Bahkan ceritanya pemain bertahan, giliran bantu nyerang, gak mau buru-buru balik. Gempor? You dibayar mahal ya untuk mati di tengah lapangan bung! *sori, emoshi*

Meski kontrak masih panjang, para pemaen yang ceritanya ‘bintang’ dinaekin gajinya sampe 3x lipat. Tapi di lapangan, produktivitas-kinerja-bahkan etos kerja mereka kagak ada peningkatan. Gilran gaji pada mau gede. Beda banget sama jaman-jaman Neville bersaudara, Scholes, Giggs, Denis Irwin, Pallister, apalagi Ole Gunnar Solskjaer. Mereka gak mata duitan, tapi lihat apa yang mereka persembahkan.

Untungnya datang Man Cit, yang dah dari awal musim ini gw lihat udah menunjukkan tanda-tanda berbahaya. Jauh lebih berbahaya dari Arsenal, Chelsea, Liverpool, bahkan mungkin Barcelona sekalipun. Mudah-mudahan setelah ini, koreng, borok, dan infeksi yang ditancepin oleh paku dari tangga Man Cit ke kaki Man Ut bikin tuh pemaen muda-muda kaya raya cepet insaf. Buru-buru resign kalo nggak rela berusaha, kalo perlu sampe patah kaki di Old Trafford.

Sayang MU udah nggak punya Alan Smith, Roy Keane, apalagi Eric Cantona. Wesley Sneijder? MU kayaknya butuh banyak pemain tipikal Wayne Rooney, Edgar Davids, Gennaro Gattuso, atawa Joey Barton. Hajar bleh!

Akhir kata, akhirnya, untuk pertamakalinya sejak gw nongton pertandingan MU, apalagi di Old Trafford, lebih dari separuh penonton udah meninggalkan stadion meski baru separoh main di babak kedua.

2 Komentar leave one →
  1. Oktober 24, 2011 10:36 am

    hihi, gak enak nih ngecengin kalo bung parmin udah ngaku MU gak hebat2 amat :P . tapi gue bilang sih penurunan MU udah terlihat sejak musim lalu, meski mereka juara liga dan masuk final Champions. cuma di liga, MU tertolong Chelsea dan Arsenal yang nyusruk, di Champions emang gak ada juara liga yang bersinar (termasuk Inter). nah di tahun ini, ketika Bayern dahsyat dan Madrid menggila, masih untung kalo MU bisa masuk semifinal. Liga Inggris? serahkan ke Man City lah :D

  2. zakiya_zakiya permalink
    Oktober 24, 2011 4:53 pm

    Wehehehe…gemes nie ye :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.